Hebring, Animasi Asli Indonesia yang Go Internasional

Hebring berarti hebat dalam bahasa sunda. Lantas kenapa? Usut punya usut ternyata, Hebring adalah judul animasi buatan Indonesia yang telah go internasional. Ironisnya, belum banyak warga Indonesia yang tahu bahwa Indonesia mampu melahirkan karya animasi level Internasional. Padahal, Hebring sudah muncul di tahun 2007, tepatnya di event INAICTA 2007 (Indonesia ICT Awards) yang diadakan oleh Depkominfo RI. Pikiran kita semua sudah terlanjur skeptis terhadap karya anak muda dalam negeri. Mindset orang Indonesia pada umumnya, animasi yang bagus adalah buatan Jepang, Eropa, dan Amerika saja, Indonesia mana mampu membuat animasi yang bagus, film yang dihasilkan Indonesia pun rata - rata klise, begitulah mindset kita. Hadirnya Hebring menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu berkarya dan bersaing di kancah dunia. Hal ini diperkokoh dengan prestasi - prestasi Hebring di kancah nasional dan internasional.

Pretasi Hebring di kancah Internasional : 
- Kontributor fillm dalam Savannah Film Festival, Georgia 2010
- Kontributor fillm dalam Aurora Festival, Texas 2010
- Finalis ASIAGRAPH, Tokyo 2009
- Finalis Blender Foundation's Suzanne Awards, Amsterdam 2010

Pretasi Hebring di kancah nasional :
- Juara INAICTA 2007
- Juara INAICTA 2009 kategori Digital Animation, 2009


Berikut adalah sinopsis cerita dari Hebring :
Hebring adalah seorang pemuda desa yang menemukan baju super di luar desanya. Baju super tersebut ternyata dapat mengeluarkan potensi dan harapan Hebring yang terbesar, yaitu menolong orang lain. Dengan baju tersebut Hebring pergi ke Jakarta untuk mencari kakaknya. Di Jakarta Hebring bekerja sebagai tukang ojek.
Petualangan Hebring yang seru dan konyol di kota besar semakin menarik ketika Hebring bertemu dengan seorang guru “Bang Hoky” yang suka menyamar sebagai tukang bakso dan Mimin seorang ahli komputer dengan otak jenius, yang selalu menolong Hebring.
Tak lama kemudian, Hebring bertemu dengan Nada, seorang mahasiswi jurusan seni peran asal Jawa Tengah. Nada bekerja paruh waktu menjadi sinden mengiringi pertunjukan wayang kulit ayahnya. Suatu hari, ayah Nada jatuh sakit dan Nada terpaksa harus hidup sendiri. Hebring dan Mimin bersama-sama membantu Nada. Teryata Nada juga memiliki baju super pemberian mendiang ibunya. Nada, Hebring dan Mimin akhirnya menjadi rekanan dalam menumpas kejahatan di ibukota. Akankah Hebring sukses dalam aksinya? Mari kita saksikan di video dan komik di bawah ini, selamat menikmati semoga terhibur.



Ingin tahu kelanjutannya?

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bahasa Paling Aneh Sedunia, Bahasa Indonesia

"Golden Child" Generasi Baru Manusia Selain Indigo

Soto, Makanan dari China yang Sangat Indonesia