Lagu yang Seharusnya Juga Dibawakan saat Upacara Bendera

Upacara bendera.Ya, hal ini adalah rutinitas bagi adik - adik kita yang duduk di jenjang pendidikan SD hingga SMA. Pertanyaannya sekarang adalah apakah upacara tersebut hanya menjadi rutinitas saja tanpa makna apapun, atau kewajiban karena disuruh guru, ataukah memang wujud nyata kita untuk meneruskan perjuangan mereka? 

Inilah yang menjadi momok bagi Indonesia. Kadar nasionalisme di hati para pemuda Indonesia, kini sedikit demi sedikit mulai terkikis. Mengapa demikian? Menurut opini saya, hal ini karena pemuda saat ini sudah banyak teracuni tren hedonisme dan globalisasi. Globalisasi membuat mayoritas anak muda Indonesia lebih menyukai musik pop dan rock daripada lagu nasional kita. Globalisasi jugalah yang menyebarkan virus hedonisme dan budaya apatis - praktis. Generasi muda sekarang lebih suka hal - hal yang instan dan menyenangkan dirinya sendiri saja tanpa memikirkan orang lain, apalagi mengenang jasa para pahlawan kita. Hal inilah yang membuat siswa Indonesia ogah - ogahan dalam melaksanakan upacara bendera.


Di sisi lain, lagu upacara bendera kita masih terlalu kaku. Upacara bendera di Indonesia, pada umumnya hanya menggunakan lagu - lagu perjuangan yang diciptakan oleh tokoh - tokoh di masa lalu. Jarang sekali lagu perjuangan karya anak muda Indonesia yang dimainkan saat upacara bendera. Padahal, banyak pula lagu bertema nasionalisme karya anak muda Indonesia yang sangat luar biasa. 

Menurut kacamata saya, dibutuhkan pembaharuan dalam musik saat upacara bendera. Sebaiknya lagu dari 2 generasi dimainkan saat upacara, sebagian lagu perjuangan dari tokoh di masa lampau dan sebagian lagu karya anak muda Indonesia masa kini. Lagu - lagu baru bertema nasionalisme karya anak muda Indonesia, selain lebih bersahabat dengan telinga anak muda, liriknya lebih relevan dengan kondisi anak muda sekarang. Liriknya kebanyakan berisi tentang rasa cinta terhadap negeri kita, Indonesia. Ada pula yang berupa ajakan untuk berkarya sebagai generasi muda, melalui bidang yang menjadi passion kita. Lagu menoleh karya Pandji Pragiwakono misalnya. Lagu ini mengajak kita untuk menoleh ke belakang, mengingat jasa para pahlawan Indonesia. Dengan adanya penyegaran musikalitas pada upacara bendera oleh tokoh anak muda, diharapkan anak muda lebih antusias dalam mengikuti upacara bendera dan jiwa nasionalisme yang pudar dapat tumbuh kembali. Ingat! Bangsa yang luhur adalah bangsa yang mengenal jasa para pahlawannya.

Oleh sebab itu, kita sebagai anak muda dituntut untuk berjuang melanjutkan karya para pahlawan dengan cara kita sendiri. Berjuang tidak harus dengan pedang atau peluru, kita berjuang dengan prestasi dan kontribusi karya kita untuk bangsa Indonesia. Jadilah anak muda yang bersinar bagi Indonesia, kita semua putra - putri fajar kawan!


Berikut ini adalah lirik dan video musik lagu menoleh, lagu yang seharusnya juga dibawakan saat upacara bendera.


Bentuk kepalan
Angkat tinggi di atas kepala
Jadikan kepalan sebagai pesan
Bahwa kita masih dengarkan
Teriakan para pahlawan
Menoleh ke belakang
Lihat yang ditinggalkan
Pelajaran tak harus dalam halaman
Buku sekolahan
Buka wawasan


Wahai Pemuda

Pergilah ke taman makam pahlawan
Dan tataplah nisan-nisan di sana
Berteriak dalam hening mereka
Nyata terbaca nama Pemuda

Sebagai identitas mereka tak ada yang tahu pasti namanya

Tapi kata terakhir dari mulut mereka: MERDEKA!
Ingatkah kota Surabaya di bulan November tahun empat lima
Belanda menyerang dalam ribuan persenjataan berat udara dan darat
Berhadap-hadapan dengan kiamat
Kecil kemungkinan selamat
Berdiri menerjang ketidak mungkinan
Bermodal impian juga semangat berikan hormat!

Bentuk kepalan

Angkat tinggi di atas kepala
Jadikan kepalan sebagai pesan
Bahwa kita masih dengarkan
Teriakan para pahlawan
Menoleh ke belakang
Lihat yang ditinggalkan
Pelajaran tak harus dalam halaman
Buku sekolahan
Buka wawasan

Wahay Pemuda

Betapa gagah dan cantiknya
Tapi dibalik keindahannya tersimpan keraguan untuk berkarya
Takut gagal katanya
Untuk apa merdeka? Untuk apa nyawa mreka?
Pahlawan kita? Kalau anak cucunya terkekang oleh pikiran mereka
Betapa malunya?
Pejuang bermodal tinta menorehkan kata-kata
Berjuang banyak caranya termasuk dengan duduk berdiam dan dengan menuangkan buah pikirnya
Mohammad Hatta
Ki Hadjar Dewantara
Mohammad Yamin dan Kartini juga
Inspirasi dari mreka jadi bahan bakar slama-lamanya



Sumber :

Comments

  1. Dear bastian, mau Share Lagu baru Bertema Nasionalisme Indonesia, semoga berkenan :
    http://youtu.be/cLvVvbkgA20

    Batik Bekasi http://khasbatik.blogspot.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Bahasa Paling Aneh Sedunia, Bahasa Indonesia

"Golden Child" Generasi Baru Manusia Selain Indigo

Soto, Makanan dari China yang Sangat Indonesia