Tilt-Shift Photography, Seni Mengolah Obyek menjadi Miniatur

Pernahkah anda melihat foto miniatur seperti gambar di atas? Pasti menakjubkan bukan. Bisakah kita membuatnya tanpa membuat miniaturnya? Jawabannya adalah bisa. Untuk mewujudkan hal tersebut, kita menggunakan Tilt Shif Photography. Tiltshift? Apa itu? Mungkin istilah tilt-shift belum akrab di telinga kita, maka dari itu saya di sini ingin membabarkan mengenai konsep tilt-shift secara sederhana.Secara sederhana, tilt shift adalah tehnik fotografi yang mampu menangkap obyek sehingga terlihat seperti miniatur. Bila dideskripsikan secara teknis, Tilt-Shift photography adalah suatu tehnik manipulasi pergeseran (shift) dan kemiringan (tilt) yang dilakukan terhadap lensa, relatif terhadap posisi sensor kamera.
Tujuannya adalah agar dihasilkan perspektif yang “berbeda” dibanding dengan tanpa manipulasi. Mengapa disebut berbeda? Disebut perspektif yang “berbeda” karena memang “hukum-hukum” dasar fotografi yaitu konsep kedalaman bidang [Depth of Field (DoF)] dan konsep luas kurva foto (wide curve) yang dihasilkan akan nampak “tidak wajar”. DoF yang seharusnya bernilai relatif berdasar jarak objek dengan kamera, dengan Tilt-Shift tidak selalu demikian. Untuk mempermudah pemahaman kita, mari kita simak gambar di bawah ini.



Mengagumkan. Tapi untuk apa kita perlu mempelajari tilt - shift? Tilt-Shift banyak digunakan untuk memotret model miniatur atau meminiaturkan objek nyata. Jika kita memotret objek miniatur, tujuan utama yang ingin didapat biasanya adalah kedetailan hasil. Detail berarti harus diambil dengan cara close-up namun tanpa menghilangkan perspektif bentuk aslinya. Hasil yang demikian akan optimal didapatkan jika kita menggunakan manipulasi Tilt-Shift. Memang, jika dibandingkan dengan foto-foto arsitektur bangunan objek nyata, kita cukup menggunakan full frame sensor untuk mendapatkan hasil yang relatif tidak berubah dalam hal bentuk perspektifnya. Namun, dunia miniatur tidak sama dengan objek nyata, terutama dalam hal ukuran. Untuk ukuran yang jauh lebih kecil, kita memerlukan lensa yang cukup lebar,aperture yang cukup lebar, dan macro focus jika kita menginginkan hasil yang cukup detail tanpa mengurangi perspektif bentuk aslinya. Hal ini dapat difasilitasi dengan lensa-lensa yang memang dikhususkan untuk keperluan Tilt-Shift seperti yang terlihat pada gambar-gambar di atas. Tapi, menurut kabar lensa-lensa tersebut harganya relatif mahal, khususnya bagi kita yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

Solusinya? Tiltshiftmaker, instant!
Karena keinginan saya yang besar untuk membuat foto tilt-shift namun terkendala oleh biaya, saya menemukan solusi kongkret yang ekonomis namun tetap berkualitas. Tilt-shift bisa dibuat melalui www.tiltshiftmaker.com. Yang perlu anda lakukan adalah upload foto saja. 


Contoh Foto Tilt Shift :







Berikut adalah contoh video yang diambil secara tiltshift, tiltshift tidak hanya berlaku dalam photography tapi juga dalam cinematography.

Comments

Popular posts from this blog

Bahasa Paling Aneh Sedunia, Bahasa Indonesia

"Golden Child" Generasi Baru Manusia Selain Indigo

Soto, Makanan dari China yang Sangat Indonesia